Bila
kau mengenal-Nya, dgn pengenalan yang sempurna. Maka kau laksana embun
yang menyejukan setiap insan, sikap, perbuatan dan perkataan-mu laksana
seteguk air bagi musyafir yang dahaga, dipadang pasir. Menyejukan dan
menyegarkan, memulihkan setiap sendi yg lelah dlm perjalanan. Hadirmu
ditengah-tengah umat, laksana pelita bg hati yg berada dlm kegelapan,
cahaya-mu begitu lembut memberi tuntunan (tanpa penekanan), bagaaikan
mentari yg sll menyinari setiap pojok bumi hati setiap diri. Sungguh
Indah bila embun dan cahaya mentari sdh terbit dlm diri kita, itulah
makna dan arti dr "shalawat" yg sesungguhnya. Slm.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar