Selasa, 21 Mei 2013

Ringan, Namun Mereka Enggan

Anas bin Malik radhiyallahu’anhu meriwayatkan
bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Pada hari kiamat nanti dikatakan kepada orang
kafir, ‘Apa pendapatmu seandainya kamu
mempunyai emas sebesar bumi, apakah kamu
mau menebus siksa dengannya?’. Maka dia
mengatakan, ‘Ya.’ Maka dikatakan kepadanya,
‘Sungguh, di dunia kamu telah diminta untuk
melakukan sesuatu yang lebih mudah daripada
itu.’.” (HR. Muslim)
Di dalam riwayat lainnya, dijelaskan, “Allah
tabaraka wa ta’ala berkata kepada penghuni
neraka yang paling ringan siksanya, ‘Seandainya
kamu mempunyai dunia seisinya, apakah kamu
mau menebus siksa ini dengannya?’. Maka dia
menjawab, ‘Ya.’ Lalu Allah mengatakan, ‘Sungguh
dahulu Aku menginginkan darimu sesuatu yang
lebih mudah daripada itu, ketika kamu masih
berada di sulbi Adam; janganlah kamu
mempersekutukan-Ku -aku mengira beliau
berkata- maka Aku tidak akan masukkan kamu ke
dalam neraka, namun kamu justru enggan
melainkan tetap berkeras untuk melakukan
kesyirikan.” (HR. Muslim)
Hadits yang mulia ini menjelaskan kepada kita
bahwa :
1. Orang kafir akan kekal di dalam neraka
2. Hanya orang beriman saja yang masuk ke
dalam surga
3. Syirik adalah sebab kekal di dalam neraka
4. Hakikat iman itu adalah beribadah kepada Allah
dan tidak menyembah selain-Nya siapa pun dia,
entah itu nabi, malaikat, atau wali dan benda-
benda keramat
5. Kesenangan dunia seisinya ini tidak ada
gunanya apabila tidak diiringi dengan keimanan
kepada Allah dan syukur kepada-Nya
6. Wajibnya bersyukur atas nikmat yang Allah
berikan kepada kita, terutama adalah nikmat
hidup, dan cara mensyukurinya adalah dengan
tunduk beribadah kepada-Nya dengan ikhlas dan
mengikuti tuntunan. Sebab apabila ibadah itu
hanya ikhlas dan tidak mengikuti tuntunan maka
tidak diterima. Sebagaimana pula apabila
mengikuti tuntunan namun tidak ikhlas, maka
juga tidak diterima. Maka ibadah itu harus ikhlas
dan harus mengikuti tuntunan Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar