Rabu, 22 Mei 2013

SAYAPUN MENANGIS MEMBACA KISAH INI **

"Di sudut pasar Madinah Al
Munawarah, ada seorang Yahudi
yang buta. Hari demi hari apabila
ada orang yang mendekatinya ia
selalu berkata :

“Wahai saudaraku, jangan dekati
Muhammad, dia itu orang gila, dia
itu pembohong, dia itu tukang
sihir. Apabila kalian
mendekatinya, maka kalian akan
di pengaruhinya.” Hampir setiap
pagi, Rasulullah
SAW mendatanginya dengan
membawa makanan, dan tanpa
berkata sepatah katapun Rasul
menyuapi makanan yang
dibawanya kepada pengemis itu
walaupun pengemis itu selalu
berpesan agar tidak mendekati
orang yang bernama Muhammad.

Rasulullah SAW melakukan hal itu
hingga beliau menjelang wafat.
Setelah Rasulullah wafat, tak ada
lagi orang yang membawakan
makanan setiap pagi dan yang
menyuapi orang Yahudi yang
buta
itu. Suatu hari Abu Bakar ra
berkunjung ke rumah anaknya
(Aisyah). Beliau bertanya kepada
Aisyah: “Anakku, adakah sunnah
Rasul yang belum aku
kerjakan?” . Aisyah menjawab
pertanyaan ayahnya: “Wahai
ayah, engkau adalah seorang ahli
sunnah saja. Hampir tidak ada
satu sunnah pun yang belum
ayah lakukan kecuali satu
sunnah saja“, ucap Aisyah.

“Apakah itu?” Tanya Abu Bakar.
“Setiap pagi, Rasulullah SAW selalu
pergi ke ujung pasar
dengan membawakan makanan
untuk seorang pengemis Yahudi
buta yang ada di sana“, jawab
Aisyah.

Keesokan harinya, Abu Bakar
pergi ke pasar dengan membawa
makanan untuk diberikan kepada
pengemis itu. Abu Bakar
mendatangi pengemis itu dan
memberikan makanan itu
kepadanya. Ketika Abu Bakar
mulai menyuapinya, tiba-tiba
pengemis
itu marah sambil berteriak :
“Siapa kamu…!!!” Abu Bakar
menjawab: “Aku orang yang
biasa“. “Bukan…!!! Engkau bukan
orang yang biasa mendatangiku.”
sahut pengemis
buta itu. Lalu pengemis itu
melanjutkan
bicaranya: “Apabila ia datang
kepadaku, tidak susah tangan ini
memegang dan tidak susah mulut
ini mengunyah. Orang yang biasa
mendatangiku itu selalu
menyuapiku, tapi terlebih dahulu
dihaluskannya makanan itu, baru
setelah itu ia berikan makanan
itu kepadaku.” Abu Bakar yang
mendengar
jawaban orang buta itu
kemudian menangis sambil
berkata: “Aku memang bukan
yang biasa datang kepadamu.
Aku adalah salah seorang dari
sahabatnya. Orang yang mulia itu
telah tiada. Ia adalah Muhammad,
Rasulullah SAW.”

Setelah pengemis itu mendengar
cerita Abu Bakar, pengemis itu
pun menangis dan kemudian
berkata “Benarkah
demikian?”,tanya pengemis,
kepalanya tertunduk dan air
matanya mulai menetes.

“Selama ini aku selalu
menghinanya dan
memfitnahnya”,lanjutnya. Tetapi
ia tidak pernah marah kepadaku,
sedikitpun!”,ucap sang pengemis
Yahudi sambil menangis terisak.
“Ia
selalu mendatangiku, sambil
menyuapiku dengan cara yang
sangat lemah lembut…” sambil
menahan kesedihan… namun
akhirnya dia pun menangis. Lalu
ditengah tangisannya, sang
pengemis Yahudi itupun
berteriak, “Ia begitu mulia… Ia
begitu mulia…!!!” sambil
mendongakkan kepalanya kearah
langit biru. Kedua tangannya
dibuka lebar seperti berdoa, dan
kemudian kembali duduk simpuh.

Spontan, mereka berpelukan.
Mereka berdua larut dalam
tangisan. Tangisan kehilangan
seseorang yang paling mulia
sepanjang masa. Lalu sesaat
mereka terdiam, kemudian
pengemis Yahudi buta itu
meminta kepada Abu Bakar
untuk menuntunnya
bersyahadat. Pengemis itupun
bersyahadat…
bersyahadat dihadapan Abu
Bakar. Jadilah pengemis itu
seorang muslim yang berserah
diri kepada Allah SWT.

SubhanAllah…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar