Bencana perubahan iklim
dan serangan asteroid menjadi ciri-ciri Bumi menyudahi fungsinya untuk
menopang kehidupan makhluk hidup, termasuk kita, manusia.
Film
berjudul "After Earth" menceritakan serangkaian gempa bumi, banjir,
tsunami, dan bencana lainnya, yang membuat Bumi tidak layak lagi
ditinggali oleh manusia.
Meski film itu murni sekadar cerita fiksi, tapi, banyak ilmuwan yang khawatir dengan skenario berakhirnya Bumi dalam cerita film itu.
Para ilmuwan meramalkan, penyebab berakhirnya Bumi dimulai dari pemberontakan robot-robot ciptaan manusia.
Bahkan, sampai munculnya berbagai penyakit pandemi, yaitu penyakit
menular yang menyebar melalui populasi manusia di kawasan yang luas,
misalnya benua, atau bahkan di seluruh dunia.
Berikut ini adalah sembilan apokaliptik atau kiamat menurut para ilmuwan, dilansir LiveScience.com, 3 Juni 2013:
1. Pemanasan global
Perubahan iklim telah menjadi ancaman besar bagi planet Bumi.
Banyak ilmuwan yang menyatakan perubahan iklim dapat membuat cuaca
ekstrim, misalnya kekeringan di beberapa daerah, distribusi penyakit ke
seluruh dunia, dan daerah dataran rendah di planet Bumi tenggelam akibat
naiknya permukaan air laut.
Intinya, perubahan iklim telah
menciptakan ketidakstabilan politik, bencana kekeringan, rusaknya
ekosistem. Perubahan-perubahan itu yang membuat Bumi tidak nyaman lagi
untuk ditempati.
2. Hantaman Asteroid
Ilmuwan-ilmuwan di dunia sangat mengkhawatirkan ancaman batu besar yang sewaktu-waktu bisa menghantam Bumi.
Hantaman meteor ke wilayah Siberia, Rusia, pada 30 Juni 1908 dikenal
sebagai salah satu peristiwa ledakan meteor terdahsyat yang pernah
terjadi sepanjang peradaban manusia.
Meski tidak menimbulkan
korban jiwa, peristiwa yang populer disebut Peristiwa Tunguska itu telah
membumihanguskan 2.000 kilometer persegi wilayah hutan Siberia.
Yang lebih menakutkan lagi, para astronom hanya mengetahui sebagian
kecil dari batuan ruang angkasa, masih banyak asteroid-asteroid yang
tersembunyi di sistem Tata Surya.
3. Ancaman Penyakit
Pandemi penyakit baru terus muncul di dunia, seperti wabah Severe Acute
Respiratory Syndrome (SARS), flu burung, dan baru-baru ini muncul virus
korona di Arab Saudi.
Saat ini, banyak penduduk di suatu
negara memiliki hubungan dengan penduduk di negara lain. Itu yang
menyebabkan penyakit pandemi dapat menyebar dengan cepat seperti
sambaran api.
4. Jamur Berbahaya
Meskipun ancaman bakteri sangat berbahaya, tapi jangan lupakan ancaman dari jamur-jamur yang tidak kalah mematikan.
Menurut David Wake, Kurator di Museum of Vertebrate Zoology di
University of California, Berkeley, AS, tim peneliti baru saja menemukan
sebuah jamur pada katak yang sangat berbahaya.
"Jamur yang memiliki nama Chytrid ini mampu memusnahkan katak-katak yang ada di seluruh Amerika Serikat," kata Wake.
Saat ini, banyak obat-obat diciptakan hanya untuk membunuh bakteri. Sangat jarang obat yang dapat mengobati infeksi jamur.
5. Penyakit Rekayasa
Penyakit alami bukan satu-satunya yang paling menakutkan.
Pada tahun 2011, komunitas ilmiah sangat marah ketika ada beberapa
peneliti yang telah merekayasa flu burung H5N1. Akibatnya, penyakit itu
menjadi lebih ganas dan lebih cepat ditularkan melalui udara.
Bukti itu telah menciptakan kekhawatiran bahwa penyakit mematikan bisa
direkayasa dan sengaja dilepas di udara untuk menciptakan pendemi
global.
6. Perang Nuklir
Korea Utara pernah memamerkan kekuatan senjata nuklir. Belum lagi,
negara-negara lain yang masih menyembunyikannya. Jika senjata nuklir
berada di tangan yang salah, bisa dibayangkan betapa besar dampaknya
bagi kesenjangan makhluk di Bumi, tak terkecuali manusia.
7. Robot Pembunuh
"Terminator" mungkin hanya sekadar figur di dalam fiksi ilmiah, tapi
mesin-mesin pembunuh itu akan menjadi kenyataan. Baru-baru ini, PBB
menyerukan untuk melarang pembuatan robot-robot pembunuh, karena saat
ini banyak negara yang sedang mengembangkannya.
Banyak ilmuwan
komputer yang berpikir singularitas, yaitu titik di mana kecerdasan
buatan mampu menyusul kecerdasan manusia. Situasi itu tentu sangat
menakutkan, apalagi jika robot-robot yang diciptakan itu telah dibekali
senjata-senjata mematikan.
8. Kelebihan Populasi
Isu kelebihan populasi dunia sudah dipikirkan sejak abad ke-18. Thomas
Malthus, ahli ekonomi, politik, dan demografi yang paling berpengaruh di
tahun 1700-an, pernah meramalkan pertumbuhan penduduk akan
mengakibatkan kelaparan massal dan melemahkan planet Bumi.
Dengan populasi global yang mencapai tujuh miliar orang, banyak ilmuwan
yang berpikir pertumbuhan penduduk merupakan salah satu ancaman utama
bagi planet Bumi.
Untuk menanggulanginya, perlu inovasi-inovasi atau program agar laju pertumbuhan populasi bisa diperlambat.
9. Efek Bola Salju
Semua penyebab-penyebab kehancuran Bumi yang disebutkan di atas bisa
saja terjadi. Namun, banyak ilmuwan yang berpikir bahwa efek bola salju
dari beberapa penyebab itu akan lebih mungkin terjadi.
Misalnya, pemanasan global meningkatkan pergeseran iklim di dunia, akibatnya lama kelamaan sejumlah ekosistem akan hancur.
Kehancuran tidak hanya semata-mata dari bencana besar. Bencana-bencana
kecil yang awalnya tidak berpengaruh, sebenarnya telah "menggerogoti"
Bumi secara bertahap.
Sumber: VivaNews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar