Cara Mengatasi tipu daya dan gangguan syetan di tengah malam
Mengatasi
tipu daya dan gangguan syetan untuk bangun tengah malam, seorang muslim
diperintahkan mengikuti beberapa langkah beriku ini:
1. Berwudhu sebelum tidur walaupun ia berhadats kembali sesudah itu, maka itu tidak mempengaruhi.
2. Shalat witir lebih dahulu sebelum tidur.
3. Menggabungkan kedua telapak tangannya dan membacakan di dalamnya
surat al-Ikhlash dan al-Mu'awwidzatain (surat Al-Falaq dan al-Nas)
kemudian meniupkan ke dalamnya, lalu mengusapkan keduanya kepada
badannya yang dimulai dari kepalanya.
4. Membaca ayat kursi
dengan penuh perenungan dan penghayatan, maka ayat tersebut akan
melindunginya dari syetan sampai datangnya pagi.
5. Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah.
6. Membaca Tasbih (Subhanallah) sebanyak 33 kali, Tahmid
(Al-Hamdulillah) sebanyak 33 kali, dan Takbir (Allahu Akbar) sebanyak 34
kali.
7. Meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya dan
tidur dengan miring ke kanan, menjadikan lambung kanan sebagai tumpuan
lalu berdoa,
8. Kemudian berzikir hingga ia tertidur,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْلَمْتُ وَجْهِى إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِى
إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ
مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ
الَّذِى أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ
"Ya Allah,
sungguh aku serahkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku
kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harap dan
takut terhadap-Mu. Sesungguhnya tidak ada tempat berlindung dan
menyelamatkan diri dari (ancaman)-Mu kecuali kepada-Mu. Sungguh aku
telah beriman kepada Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan (beriman)
kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus."
Hal ini didasarkan kepada riwayat Bara' bin Azib Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ
اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ ثُمَّ قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى
أَسْلَمْتُ وَجْهِى إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ
ظَهْرِى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا
مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ
وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ وَاجْعَلْهُنَّ مِنْ آخِرِ كَلاَمِكَ
فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مُتَّ وَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ
"Apabila kamu hendak tidur maka berwudhu'lah sebagaimana wudhu untuk
shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan, lalu bacalah: "Ya Allah,
sungguh aku serahkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku
kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harap dan
takut terhadap-Mu. Sesungguhnya tidak ada tempat berlindung dan
menyelamatkan diri dari (ancaman)-Mu kecuali kepada-Mu. Sungguh aku
telah beriman kepada Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan (beriman)
kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus."
Jadikan kalimat-kalimat
itu sebagai perkataan terakhirmu, karena jika engkau mati pada malam
itu maka engkau meninggal di atas fitrah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Wallahu A'alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar