Rabu, 19 Juni 2013

LAGI SHOLAT DIPANGGIL RASULULLAH SAW, WAJIB PENUHI PANGGILANNYA

Diriwayatkan dalam Shahih Al
Bukhari ketika salah seorang sahabat dipanggil oleh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam namun
dia tidak menjawab panggilan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam karena dalam keadaan
shalat, hingga panggilan yang
ketiga kali
beliau berkata : “wahai Fulan aku
telah memanggilmu namun kau
tidak memenuhi panggilanku,
tidakkah engkau dengar firman
Allah subhanahu wata’ala” :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺳْﺘَﺠِﻴﺒُﻮﺍ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﻟِﻠﺮَّﺳُﻮﻝِ

ﺇِﺫَﺍ ﺩَﻋَﺎﻛُﻢْ ﻟِﻤَﺎ ﻳُﺤْﻴِﻴﻜُﻢْ ﻭَﺍﻋْﻠَﻤُﻮﺍ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ
ﻳَﺤُﻮﻝُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﻭَﻗَﻠْﺒِﻪِ ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ
ﺗُﺤْﺸَﺮُﻭﻥَ
(ﺍﻷﻧﻔﺎﻝ 24  )

" Wahai orang-orang yang
beriman, penuhilah seruan Allah
dan seruan Rasul apabila Rasul
menyeru kamu kepada suatu
yang memberi kehidupan kepada
kamu , ketahuilah bahwa
sesungguhnya Allah membatasi
antara manusia dan hatinya dan
sesungguhnya kepada-Nya lah
kamu akan dikumpulkan.”
( QS. Al Anfal : 24 )

Dari ayat dan kejadian tersebut,
seluruh madzhab mengatakan
bahwa jika dipanggil oleh
rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam dalam keadaan shalat
dan memenuhi panggilan beliau
maka shalatnya tidak batal, karena
dalil diatas memerintahkan untuk
taat kepada Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam, bukan berarti
memuliakan nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam lebih
dari Allah, justru karena hal itu
adalah perintah Allah oleh sebab
itu harus diperbuat.

Dan dalam madzhab Syafi'i shalat
tidak sah jika tanpa salam kepada
nabi Muhammad shallallahu 'aalihi
wasallam, yaitu dengan
mengucapkan:

ﺍَ
ﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ
ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ

“Salam sejahtera atasmu wahai
nabi serta rahmat dan
keberkahan Allah”

Dan salam itu diucapkan dengan
kata ganti kedua, seakan orang
yang diberi salam ada dihadapan
kita (salam sejahtera untukmu
wahai nabi), kita ketahui bahwa
berbicara dalam shalat maka hal
itu membatalkan shalat kecuali
bersalam kepada Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam yang
hal itu justru diwajibkan.

“Allahumma shalli wa sallim ‘ala
Sayyidina Muhammad nuuri-kas
saari wa madaadikal jaari
wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa
‘ala alihi wa shahbihi yannuur”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar